Assalamu'alaikum.. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku rizki dan nikmat selama ini. Syukur alhamdulillah akhirnya dapat kerja juga setelah trauma kerja bersama orang lain ku hadapi 2 bulan yang lalu. Dengan doa restu oleh orang tua, saudara dan teman-teman akhirnya aku pun memberanikan lagi untuk melamar pekerjaan di tempat itu. Walau kerjanya sama tetapi insya Allah, kali ini kerasa (semoga saja, amin).
Pengalamanku di tempat kerja sebelumnya akan menjadi pelajaran yang harus ku tanamkan di dalam hati agar tidak melakukan kesalahan lagi karena terlalu percaya kepada orang lain. Hanya semangat dari orang tua lah aku bisa sampai sekarang, tetap berjuang walau sempat terpuruk. Dengan skil sendiri mampu menghidupi diriku sendiri dalam 2 bulan kurang 8 hari. Pekerjaan yang aku dapatkan peraturannya sudah memenuhi standar pemerintah dan itulah yang selama ini ku cari. Skil dan hobiku di komputerpun akan disalurkan di sana.. sekali lagi syukur alhamdulillah....
Sekarang saatnya bersungguh-sungguh dan harus bekerja dengan baik. mungkin akan ada lagi masalah di sana, namanya juga dunia dimana dunia adalah tempatnya masalah jadi aku harus bertahan karena didunia ini gak ada yang namanya sabar ada batasnya, harus selalu sabar dan minta pertolongan kepada maha pencipta, maha kuasa yaitu Allah subhanahu wa ta'ala. Salam sejahtera para pembaca dan semoga bermanfaat.
Yunie al-Mubarak
Jumat, 21 November 2014
Hari Bahagia
Selasa, 18 November 2014
Hari Pertama
Ini adalah hari pertamaku menulis di sini. Mungkin tidak banyak yang aku tuliskan di sini. Blog ini ku buat untuk berbagi pengalaman dengan kalian para pembaca.
Aku hidup dengan orang tuaku sejak kecil. Aku dilahirkan di Balikpapan, aku memiliki 4 saudara yang tadinya hanya memiliki 3 saudara karena mamaku melahirkan lagi anak yang ke lima yaitu adikku Muhammad Rizky Badali, diumurku yang ke 17 tahun.
Sejak umur 4 tahun, aku dengan kedua orang tuaku dan 3 saudaraku pindah ke Martapura, Kalimantan Selatan. Kami menyewa sebuah bedakan kecil di daerah Sekumpul. Bapakku memulai bisnisnya dari nol. Awalnya hanya menjual ikan kering. Setiap pagi pergi ke pasar bersama kakakku yang pertama dan yang kedua untuk menjual ikan kering tersebut. Bukannya mendapat untung tapi malah rugi setiap hari :-D
Setelah jual ikan kering tidak mendapatkan untung, maka bapakku beralih pekerjaan, karena aku masih kecil, yang aku ingat hanya setelah ia tidak berhasil dibisnis itu, ia beralih ke pekerjaan menjadi sopir, dimana pekerjaan tersebut sudah tidak asing bagi bapakku. Menurut cerita kakakku, sebelum pindah ke Martapura, kerjaan bapak adalah sopir taxi kota dan telah memiliki beberapa buah mobil. Ntah kenapa setelah pindah, modal yang dimiliki bapak habis begitu saja sehingga harus memulainya dari awal lagi.
Setelah menjadi sopir, usaha bapakku pun mulai berhasil, aku bisa sekolah walau terlambat 2 tahun, dan bisa memperbesar kontrakan yang ditinggali saat itu dengan membuka pembatasnya antar kontrakan yang satu dengan yang lainnya. Bapak juga bisa membeli mobil taxi walau dengan berhutang di Bank.
Setelah 13 tahun tinggal di rumah kontrakan akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri, walau lagi-lagi berhutang dengan Bank. Dengan rumah baru, kakak kedua melangsungkan pernikahannya dengan wanita yang dicintainya setelah berpacaran selama 2 tahun. Pada saat itu mama telah mengandung anak ke lima alias adikku, yang telah berjalan 6 bulan. Berjalan 2 bulan pernikahan, aku bertemu dengan seseorang yang membuat jalan hidupku berubah.